Sebanyak 56 TKI yang Pulang dari Singapura Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

Image
sumber: akurat.co
Sebanyak 56 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang baru pulang dari tempat mereka bekerja di Singapura menjalani karantina di Rumah Sehat Covid-19 Wisma Atlet Jakabaring Palembang.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Nur Purwoko, mengungkapkan bahwa 56 TKI tersebut tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin dari Batam pada Selasa (31/3/2020) setelah sempat transit di Pangkal Pinang.
"Tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala Covid-19, suhu tubuh juga di bawah 38 derajat Celsius," ungkapnya kepada wartawan di Palembang, Sumsel, Kamis (2/4/2020).
Bersama 12 penumpang lain dari Pangkalpinang, 56 TKI yang telah menjalani pemeriksaan itu dibawa ke Wisma Atlet Jakabaring Palembang menggunakan bus Transmusi dengan pengawalan dari petugas kepolisian dan TNI.
Direktur Utama Jakabaring Sport City, Meilina Paloh, mengatakan bahwa 56 TKI dengan status sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait penularan Covid-19 tersebut akan menjalani karantina di Rumah Sehat Covid-19 selama 14 hari.
"Mereka akan dipulangkan jika kondisinya bagus dan tidak menunjukkan gejala Covid-19," katanya.
Menurut data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, hingga 1 April 2020 jumlah ODP di Sumsel mencapai 1.152 orang, 892 di antaranya masih dipantau kondisinya.
Mengenai kepulangan TKI, Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Palembang Sri Haryanti, menyampaikan bahwa kemungkinan ada TKI yang sudah pulang lebih dulu namun tidak terlacak karena tidak melalui jalur resmi.
"Jika para TKI datang lewat pelabuhan resmi pasti bisa dilacak, atau lewat bandara dengan penerbangan internasional juga akan terlacak, tetapi di luar itu tentu susah dilacak, memang perlu bantuan semua pihak agar memberi tahu jika ada TKI yang baru kembali ke Sumsel," ujarnya.
Haryanti mengimbau, TKI yang baru pulang segera melapor ke BP3TKI Palembang untuk memudahkan pemerintah melakukan pemantauan guna mencegah penularan Covid-19.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Terkait polemik Asia Sentinel Bamsoet Menanggapinya

Langit-langit Kota Banda Aceh Kedatangan Fenomena Halo

Akibat Gempa 7,1 Magnitudo, Pihak BMKG Tarik Status Tsunami