Ruhut: Semua Sudah Tau Petamburan Itu Markas Besarnya FPI!



Kerusuhan yang sudah terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat dipertanyakan oleh Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul.

Karena menurut pribadinya, Petamburan adalah markas besar Font Pembela Islam (FPI) yang ditakuti dan merupakan tempat tinggal dari Habib Rizieq Shihab.

"Kenapa kejadian Kerusuhannya di Petamburan? semua sudah tau Petamburan itu Markas Besarnya FPI Ormas yang ditakuti tempat tinggalnya HRS yang sekarang Buron ke Timur Tengah Pendukung Setia Prabowo, sudah terbakar sekarang cuci tangan mengatakan karena Provokator dari luar MERDEKA," tulis @ruhutsitompul.

Tetapi belum diketahui dengan pasti cuitan dari akun Twitter Ruhut ini diperuntukan untuk siapa. Namun, jika dilihat dari pemberitaan yang sedang beredar banyak yang menyebutkan ada belasan mobil yang terbakar dikarenakan kerusuhan.

Belasan mobil yang berada di sekitar Asrama Brimob, Petamburan hangus terbakar akibat kerusuhan yang terjadi di kawasan itu, Rabu (22/5/2019) pagi.

Mobil yang terbakar itu berada di dalam ataupun di luar kompleks Asrama Brimob. Bangkai mobil masih berada di tempat kejadian.

Polisi menyatakan telah mengamankan lebih dari 20 orang dalam rangkaian aksi yang berujung rusuh 22 Mei 2019.

"Mereka diduga menjadi provokator kericuhan yang terjadi di depan kantor Bawaslu, Jakarta pada 21 Mei 2019," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

Diduga para provokator tidak hanya menghasut massa, tetapi melakukan tindakan lain yang melanggar hukum. Dedi mengatakan polisi sudah memperingati ada pihak ketiga yang menimbulkan provokasi di masyarakat.


"Kami sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ke-3 yang akan memanfaatkan situasi unjuk rasa tersebut. Oleh karenanya masyarakat tidak terprovokasi," ucap Dedi.









Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Terkait polemik Asia Sentinel Bamsoet Menanggapinya

Langit-langit Kota Banda Aceh Kedatangan Fenomena Halo

Akibat Gempa 7,1 Magnitudo, Pihak BMKG Tarik Status Tsunami